Blogroll

Kamis, 07 November 2013

MInna no Nihongo Kelas Jepang (Lampung)


みんなの日本語 KELAS BAHASA JEPANG 
LAMPUNG

Saat matahari mulai menuruni ke arah 45 derajat selepas ashar suara percakapan bahasa jepang terdengar dari dalam ruangan berukuran 5x5 meter telah riuh oleh belasan mahasiswa yang sibuk menghapal buku Minanonihonggo maupun yang sedang berlatih percakapan.

Dr. Hj. Bainah Sari Dewi, S.Hut, M.P. merupakan salah satu Doctor of Philosophy in Tokyo University of Agriculture and Technology di Universitas Lampung. Dewi panggilan akrabnya berhasil menyelesaikan study doktornya di jurusan wild life management di University of Agriculture and Technology Jepang atas beasiswa Monbukagakusho tahun 2005-2009. Saat ini Dewi tengah sibuk sebagai kepala jurusan kehutanan di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan membuka kelas bahasa Jepang gratis untuk mahasiswa nya di daerah BUkit Kemiling Permai Blok S.
Sensei Dewi membuka kelas jepang di kediaman nya dengan alokasi waktu pada hari selasa dan hari kamis mulai pukul 16.00-18.30 dan tanpa biaya registrasi apapun.
....................

Sensei Dewi Menamatkan Sekolah Menengah Umum (SMU) di SMAN 1 Kalianda Lampung Selatan. Setelah lulus SMU, Dewi menyelesaikan strata satu dan strata dua di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1998 dan 2001. Selama empat tahun di Indonesia, Dewi menjadi staf pengajar pada Jurusan Manajemen Hutan  Fakultas Pertanian Universitas Lampung, serta staff guru di Sekolah Pondok daerah nya .Kompetensi inti adalah pada bidang wild life management, Orangutan research, Bear as seed disperser, wild life education for elementary, junior high and senior high school.

Setelah empat tahun mengajar, Dewi terbang ke Jepang untuk mengambil gelar doktornya. Dewi aktif sebagai penulis, dimana tulisan pertamanya tentang Perjalanan Haji Sewaktu Muda, Catatan Harian Seorang Mahasiswi telah diterbitkan pada Juli 2006. Tulisannya berupa scientific paper, artikel, telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah, majalah, koran, bertaraf nasional dan mulai berusaha bertaraf internasional. Beliau sangat hoby menulis dan meneliti mengenai berbagai riset dalam kehutanan
Putri ke tujuh dari sepuluh bersaudara Bapak Baharuddin dan Ibu Sunarya ini berpengalaman sebagai lecturer di bidang persatwaliaran. Selain tema itu, Dewi juga memilki minat menulis dalam tema yang berhubungan dengan motivation, leadership dan keorganisasian. Istri dari Mohamad Dwi Wicaksono, S.Hut dan ibu dari Safira Cahya Fadhilla (15) dan Sakura cahya quranidzikri (1,5) serta putri angkatnya .Selama pendidikan di Jepang aktif dalam berbagai organisasi pelajar dan kemahasiswaan (Humas PPI Jepang 2005-2007), Indonesia Agriculture Scientific Association (Kepala Bidang Kehutanan, 2005-2007), anggota dari Institute Science and Technology Studies (ISTECS), Bendahara sekaligus reseacher pada Indonesia Rural Development Institute Japan (2006-2008) dan masih banyak lagi. 

Dr. Hj. Bainah Sari Dewi, S.Hut, M.P.

 
Sensei Dewi hidup dari keluarga sederhana. Sensei Dewi dididik dengan penuh kemandirian. Sejak ayahnya meninggal dewi mulai mencari tambahan biaya hidupnya di yogyakarta dengan menjadi Telecommunication Operator UGM Yogyakarta tahun 1992. Kemudian aktif menjadi penyiar di Rasia Lima AM Radio Yogyakarta tahun 1993. Mencari beasiswa dari banyak jalur dan menabung untuk impian terbesar nya naik haji ketika usianya masih muda. Berkat kegigihannya tersebut, dewi berhasil naik haji pada usianya yang ke 22 tahun.
Sensei membuka kelas jepang sejak september 2009, saat ini mahasiswa yang mengikuti kelas jepang sudah mencapai jumlah 140 an mahasiswa dari berbagai jurusan di Unila bahkan ada yang dari luar Unila seperti Polinela, Darmajaya dan Teknokrat, namun ibarat organisasi tidak semuanya aktif jadi hanya kira 20an yang secara kontinyu, karena memang banyak kesibukan atau keperluan lainya, sehingga dimaklumi oleh Sensei Dewi. Karena tidak ada unsur paksaan dan sehinnga lebih enjoy menyenangkan.

Awalnya, Sensei Dewi mengirimkan Memorandum of Understanding (MoU) Ke Universitas Tokyo dengan Unila tahun 2008-2013. Salah satunya berisi Pertukaran mahasiswa (student Exchange). Pada awal tahun 2010, Kelas Bahasa Jepang pernah mengirim 30 mahasiswanya untuk mengikuti tes uji kemampuan bahasa jepang yang berstandar internasional nihongo nouryokusiken. Namu gagal. “di tahun 2011, dua belas mahasiswa mengirim lagi formulir aplikasi, yang lulus hanya satu orang Eko Prasetyo.” Kata Sensei Dewi.

Kelas bahasa jepang menerapkan sistem setoran hapalan per-Bab dan games hapalan huruf hiragana (tulisan bahasa jepang dan mewakili sebutan suku kata) dan katakana ( penulisan kata-kata yang berasal dari serapan bahasa asing). Cara bermain kartu ini menarik. Satu orang bertugas sebagai pengacak kartu, kemudian menyebutkan salah satu penggalan kata, sedangkan peserta bermain melihat di hamparan kartu tulisan bahasa jepang, memilih kartu yang benar dan bebas dari hukuman. Sedangkan yang salah menunjuk kartu, akan mendapatkan poin. Poin-poin tersebut dikumpulkan. Pemilik koin terbanyak akan mendapat hukuman. ”Disela-sela waktu belajar, bisa bermain kartu namanya kaado asobimasou. Yang hapal huruf hiragana pasti menang dan bebas dari hukuman, hukumannya bervariasi, biasanya bagi pemilik poin terbanyak akan makan menggunakan sumpit atau hashi,” Ujar wanita yang sudah bergelar haji sejak usia nya baru beranjak 22 tahun ini.

Sensei Dewi mengatakan setalah sholat magrib biasanya siswa kelas Jepang makan bersama-sama bergaya seperti di negeri Sakura. “supaya suasana di jepang bisa tercipta, kita bersama-sama makan menggunakan mangkuk berisi nasi namanya donburi. Lauknya diputar kesamping, mengambilnya harus ada aturan. Tidak boleh rebutan. Sebenarnya, meletakkan lauk diatas nasi merupakan cara makan yang tidak tepat. Makan seperti sebenarnya adabnya di anggap tidak sopan di Jepang. Cara makan donburi disebut juga makanan rakyat.” Ungkap Dewi.

Berkat kegigihannya, seorang mahasiswa kelas jepang yang didirikannya Eko Prasetyo (Kehutanan’08) berhasil lolos dalam seleksi pertukaran pelajar atas beasiswa Monbusho “Eko berangkat bulan oktober 2011”. di sana Eko Prasetyo menempuh pendidikan di salah satu universitaas terkemuka di perfektur jepang yang bernama Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) selama kurang lebih 1 tahun dengan program exchange students.

Selama disana Eko Prasetyo memperoleh banyak sekali pengalaman baik dari pelajaran, budaya, ekonomi, sosial dan cara belajar bahasa jepang yang baik, sekembalinya dari jepang Eko Senpai pada bulan agustus 2012 dia kembali mengisi jam belajar di Minna no Nihongo (みんの日本語) lampung dengan penuh perhatian terhadap junior yang baru masuk, termasuk huruf kanji hiragana, katakana, dan grammar, dan saat ini Sensei Dewi tidak mengajarkan secara langsung lagi karena sudah terbantu oleh para senior di kelas jepang, sehingga beliau hanya mengawasi secara langsung namun apabila ada kendala, sensei tak segan-segan untuk membantu para muridnya yang belajar, hingga saat ini sudah banyak yang berhasil beliau berangkatkan ke jepang yaitu dengan waktu belajar disana sebagai berikut:
  1. Eko Prasetyo 2011-2012
  2. Utama Dyan Shandy 2012-2013
  3. Leonina Deltania 2012-2013
  4. Desis Kurniyati 2013-2014 sekarang ini .... ^^

Kemudian pada Festival Bunkasai di Universitas teknokrat di Bandar lampung Kelas jepang ikut meramaikan dengan menampilakan tarian budaya jepang yaitu Hanagasa Odori dan juga di bantu oleh sahabat di kelas jepang kita yaitu , Misato Harasawa dan Nagisa Kusano, mereka adalah mahasiswa dari pertukaran pelajar dari Tokyo University of Foreign Studies dan Kagoshima University, mereka berdua datang pada 2012 agustus dan tinggal di Universitas Lampung hingga Agustus 2013, berikut ini adalah picture nya Minna no Nihongo (みんの日本語) ketika mengikuti bunkasai di bulan maret 2013 di Universitas Teknokrat:
 

 
Kami besyukur saat ini kelas jepang sudah berhasil mengirimkan beberapa murid nya ke jepang untuk belajar, tetapi menurut Sensei Dewi hal yang terpenting harus diingat adalah ilmu dan rasa
kebersamaan dalam belajar dan juga istiqomah bagi para pelajar sehingga setiap ilmu yang didapatkan meski sedikit dapat berguna bagi semua orang, ujar Sensei Dewi”, di sela-sela saat kelas sedang belajar, beliau juga merupakan inspirasi pada muridnya karena memang sensei kadang bisa sebagai motivator, sensei, dan juga sahabat dan mampu berkolaborasi dalam keseharianya. Dan tahun ini kelas jepang kembali kedatangan mahasiswa dari jepang lagi setelah Misato dan Nagisa yang telah kembali menyelesaikan masa studinya di negeri sakura, namun lain halnya dengan Nagisa dia masih melanjutkan studi bahasa dan ekonomi nya di Universitas Indonesia untuk beberapa tahun kedepan... hmm semoga mereka lancar dan sukses :) ..,
Dan
kini di bulan november kembali diisi oleh Arana Ogawa dan Yuzu Okubo mereka mengikuti program pertukaran pelajar dari pemerintah dan juga beasiswa hehe.., bisa dikatakan mereka juga bisa sebagai senpai kami dalam mengajarkan bahasa jepang dan juga native speaker bahasa jepang kata salah satu anggota ''.
Dan semoga semuanya berhasil menempuh cita2 untuk di masa depan tidak harus mesti di jepang apapun usaha kalian, jika diiringi semangat dan do'a bukan tidak mungkin akan berhasil cepat atau lambat,,
みんな がんばりましょう mari semangat !


Terima kasih (arigatou gozaimasu ) kepada narasumber:
Penulis sebagai murid di kelas jepang MNN



 
Share:

3 komentar:

  1. saya bukan mahasiswa, saya lulusan smp dan bekerja sebagai ojol apa boleh untuk ikut belajar bahasa jepang

    BalasHapus
  2. Adakah nomer kontak yang bisa dihubungi kalo ingin ikut les di minna no nihongo?
    Saya ingin sekali bisa berbahasa jepang.
    Trims.

    BalasHapus
  3. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus

twitter